
YOGYAKARTA – Ketua Pengadilan Agama (PA) Bantul, Septianah, S.H.I., M.H., menghadiri rangkaian kegiatan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Panitera serta Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta, sekaligus Pengantar Purna Tugas dan Alih Tugas serta Launching e-PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara elektronik), Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PTA Yogyakarta tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., selaku pejabat yang mengambil sumpah dan melantik. Ketua PA Bantul hadir bersama Panitera dan Sekretaris PA Bantul, bersama jajaran pimpinan, Hakim Tinggi, dan aparatur PTA Yogyakarta.
Turut hadir Kepala Badan Urusan Administrasi (BUA) Mahkamah Agung RI, Kepala Biro Perlengkapan, Kepala Biro Keuangan, tim dari Biro Perencanaan dan Biro Umum Mahkamah Agung RI, perwakilan dari PTA Banjarmasin, serta jajaran aparatur PTA Yogyakarta.
Drs. Kurthubi Dilantik sebagai Panitera PTA Yogyakarta
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, Drs. Kurthubi, M.H. resmi dilantik sebagai Panitera PTA Yogyakarta. Sebelumnya, Kurthubi menjabat sebagai Panitera PTA Banjarmasin.
Sementara itu, Drs. Arifin Samsurijal, M.H. dilantik sebagai Panitera Pengganti PTA Yogyakarta setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum pada Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan tugas kepaniteraan di lingkungan PTA Yogyakarta. Dengan amanah baru yang diberikan, kedua pejabat diharapkan dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan.
Penghormatan atas Pengabdian dan Dedikasi
Selain pelantikan pejabat baru, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengantar purna tugas dan alih tugas bagi aparatur PTA Yogyakarta.
Aparatur yang memasuki masa purna tugas adalah Drs. Nur Laela, M.H., selaku Panitera, dan H. Muh. Harun, M.H., selaku Panitera Muda Hukum. Sementara itu, Wira Febriani, A.Md., A.B., selaku Pelaksana, mendapatkan pengantar alih tugas.
Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di lingkungan peradilan agama.
Purna tugas dan alih tugas juga menjadi bagian dari dinamika organisasi yang tidak hanya menandai perubahan dalam pelaksanaan tugas, tetapi sekaligus menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi dan meneruskan semangat pengabdian dalam ruang dan tanggung jawab yang berbeda.
Ketua PTA Yogyakarta: Integritas Harus Menjadi Budaya
Dalam arahannya, Ketua PTA Yogyakarta menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas seluruh aparatur peradilan. Menurutnya, predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah diraih PTA Yogyakarta bukanlah titik akhir, melainkan amanah yang harus terus dijaga.
Sejumlah satuan kerja di bawah PTA Yogyakarta juga telah meraih predikat WBK, sementara beberapa lainnya tengah berproses menuju WBBM.
«“Predikat WBK dan WBBM yang telah diraih harus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus menjaga dan meningkatkan integritas. Jangan sampai ada aparatur yang terlibat atau membuka ruang terhadap potensi KGSP, yaitu korupsi, gratifikasi, suap, dan pungutan liar,” tegas Muchlis.»
Ia menegaskan bahwa penguatan integritas harus menjadi komitmen bersama dan dilaksanakan secara konsisten melalui pengawasan, pembinaan, serta evaluasi terhadap kinerja aparatur maupun satuan kerja di bawah PTA Yogyakarta.
Pengawasan dan pembinaan tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Setiap aparatur dituntut bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan yang bersih dan berintegritas.
Amanah Jabatan untuk Meningkatkan Kualitas Kepaniteraan
Kepada Panitera dan Panitera Pengganti yang baru dilantik, Ketua PTA Yogyakarta berpesan agar amanah jabatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kepaniteraan serta pelayanan peradilan.
«“Sekali lagi kepada Panitera dan Panitera Pengganti yang baru dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan amanah. Jadikan jabatan ini sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik, membangun kepaniteraan yang semakin tertib dan profesional, serta menghadirkan pelayanan peradilan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya.»
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan tugas tidak semata-mata diukur dari terselesaikannya pekerjaan, tetapi dari manfaat yang dihasilkan dan pertanggungjawaban atas setiap amanah yang dijalankan.
«“Mari kita bekerja bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas, tetapi untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan memberikan manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.»
Menutup arahannya, Ketua PTA Yogyakarta mengajak seluruh aparatur untuk terus menjaga semangat pengabdian dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
«“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan amanah dan pengabdian,” pungkasnya.»
Perkuat Sinergi Peradilan Agama se-DIY
Kehadiran Ketua PA Bantul dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi antara PTA Yogyakarta dengan seluruh Pengadilan Agama di wilayah hukumnya.
Terlebih, rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan Launching e-PTSP PTA Yogyakarta yang diterapkan pada seluruh Pengadilan Agama se-DIY. Kehadiran inovasi tersebut menjadi langkah bersama dalam memperkuat transformasi digital pelayanan peradilan agar semakin mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.
Bagi PA Bantul, momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan tugas, menjaga integritas aparatur, sekaligus terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan semangat integritas, profesionalitas, transformasi digital, dan pelayanan prima, jajaran peradilan agama di wilayah hukum PTA Yogyakarta terus berupaya menghadirkan lembaga peradilan yang semakin modern, responsif, dan dipercaya masyarakat.
