
Bantul – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag), Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., memberikan pembinaan kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Bantul. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih PA Bantul dan memberikan motivasi agar terus meningkatkan kualitas pelayanan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dirjen Badilag menyampaikan bahwa PA Bantul merupakan salah satu satuan kerja berprestasi di lingkungan Badilag. Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Sertifikat Mutu Akreditasi Penjaminan (SMAP) Paripurna, PA Bantul dinilai layak untuk melangkah menuju predikat WBBM.
Dalam pembinaannya, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh kinerja individu, melainkan oleh kerja kolektif seluruh aparatur. Mengutip pesan bahwa “perbedaan adalah rahmat”, beliau menegaskan bahwa perbedaan bukanlah untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Beliau juga mengibaratkan filosofi semut sebagai contoh keberhasilan yang lahir dari kerja sama. Menurutnya, semut mampu mencapai tujuan karena mengutamakan kebersamaan, bukan keberhasilan individu. Oleh karena itu, budaya kerja tim harus terus dipupuk dalam setiap lini pelayanan di PA Bantul.
Selain itu, Dirjen Badilag menekankan pentingnya menghadirkan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat, berkelanjutan, serta mudah diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi juga perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) maupun lembaga lainnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan terintegrasi.

Sebagai bentuk apresiasi, beliau menyampaikan bahwa apabila PA Bantul berhasil meraih predikat WBBM, Badilag akan memberikan penghargaan berupa kesempatan untuk mengajukan usulan kenaikan kelas pengadilan menjadi Kelas IA.
Dalam aspek pelayanan, Dirjen Badilag mendorong agar briefing di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dilaksanakan setiap hari sebelum jam pelayanan dimulai. Briefing tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menyamakan persepsi mengenai standar pelayanan prima. Selain itu, petugas keamanan (satpam) juga perlu diberikan pembinaan di tempat kerja agar mampu memberikan pelayanan yang baik sekaligus membantu masyarakat memahami tata cara berperkara di pengadilan.
Beliau juga mengingatkan bahwa di era digital, keluhan masyarakat tidak selalu disampaikan langsung ke kantor, melainkan sering kali melalui media sosial. Oleh sebab itu, seluruh aparatur harus menjaga kualitas pelayanan agar mampu memenuhi harapan masyarakat dan menjaga citra positif lembaga.
Mengakhiri arahannya, Dirjen Badilag menegaskan bahwa “untuk meraih WBBM adalah kerja sama tim.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan meraih predikat WBBM hanya dapat dicapai melalui sinergi, komitmen, dan kebersamaan seluruh aparatur Pengadilan Agama Bantul.
