Sekretaris Dirjen Badilag Bagikan Delapan Kiat Sukses Raih WBBM di Pengadilan Agama Bantul

Bantul – Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., membagikan delapan kiat sukses meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama Bantul dalam kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Pembangunan Zona Integritas, Jumat (26/6/2026), bertempat di Aula Pengadilan Agama Bantul.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Bantul, Septianah, S.H.I., M.H., Wakil Ketua, para hakim, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Bantul. Turut mendampingi Sekretaris Ditjen Badilag, Panitera PTA Yogyakarta Dra. Nur Laela, M.H., Sekretaris PTA Yogyakarta Jumadi, S.H., M.H., serta Kepala Subdirektorat Mutasi Hakim Badilag Ahyar Siddiq, S.E.I., M.H.I.

Mengawali pemaparannya, Arief Hidayat mengajak seluruh peserta untuk merenungkan satu pertanyaan mendasar, “Apa tujuan Pengadilan Agama Bantul meraih WBBM?” Menurutnya, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi fondasi dalam membangun komitmen seluruh aparatur untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan pelayanan yang prima.

Dalam pembinaannya, Arief menyampaikan delapan kiat penting agar satuan kerja berhasil meraih predikat WBBM, yaitu:

  1. Ketua harus menjadi role model utama dalam pembangunan Zona Integritas.
  2. Memastikan seluruh pegawai memahami tujuan dan makna WBBM.
  3. Menjadikan pelayanan publik sebagai showcase atau etalase utama perubahan.
  4. Mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
  5. Menguasai data dan memahami core business satuan kerja, termasuk jumlah perkara dan indikator kinerja.
  6. Membangun budaya kerja, bukan sekadar pencitraan.
  7. Mengelola website dan media sosial secara aktif sebagai sarana publikasi kinerja dan pelayanan.
  8. Melakukan perbaikan kecil secara terus-menerus, seperti menjaga kebersihan toilet, memberikan pelayanan yang ramah, memperbarui papan informasi, menata ruang arsip, hingga merawat lingkungan kantor.

“Jangan membangun pencitraan, tetapi bangunlah budaya kerja yang baik. Perubahan besar dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tegas Arief Hidayat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pimpinan dalam membangun budaya organisasi. Menurutnya, perhatian Ketua dan para pimpinan pada setiap unit kerja akan menjadi energi positif bagi seluruh pegawai dalam menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), sehingga tidak hanya menjadi kebiasaan di lingkungan internal, tetapi juga tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Apabila pelayanan yang diberikan benar-benar baik, bersih, dan memuaskan, maka masyarakat akan menceritakannya dengan sendirinya. Itulah hakikat dari predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bantul, Septianah, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta pembinaan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bekal yang sangat berharga bagi Pengadilan Agama Bantul yang saat ini sedang diusulkan untuk memperoleh predikat WBBM.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan pendampingan yang telah diberikan. Berbagai masukan dan arahan dari Bapak Sekretaris Ditjen Badilag menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat. Insyaallah, seluruh ilmu yang kami peroleh hari ini akan segera kami implementasikan dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBBM,” ujar Septianah.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Bantul semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif, serta mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat pencari keadilan.

2 views
Scroll to Top