PA Bantul Raih 10 Penghargaan dari 15 Kategori Triwulan I 2026

Bantul – Pengadilan Agama Bantul kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 10 penghargaan dari 15 kategori dalam penilaian kinerja Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Senin (30/3) di Aula Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, dan diserahkan langsung oleh Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. Ahmad Hanifah, S.H., M.HES., kepada para Ketua Pengadilan Agama se-wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Pengadilan Agama Bantul, Septianah, S.H.I., M.H., hadir langsung menerima penghargaan tersebut sebagai representasi capaian kinerja satuan kerja.

Pada Triwulan I Tahun 2026, Pengadilan Agama Bantul berhasil meraih sejumlah prestasi pada berbagai kategori strategis, yaitu:

Terbaik I

  • Keberhasilan Mediasi
  • Ketaatan Validasi Harian Keuangan
  • Indikator Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN)
  • Ketepatan Waktu Pelaporan LHKPN
  • Persentase Penerimaan Perkara melalui E-Court (bersama 5 Pengadilan Agama se-DIY)

Terbaik II

  • Ketaatan Validasi Harian Perkara
  • Nilai Kinerja Perencanaan Anggaran DIPA 01

Terbaik III

  • Realisasi PNBP
  • Persentase Penyelesaian Perkara berdasarkan SIPP
  • Ketepatan Penyampaian Laporan Perkara Bulanan

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi Pengadilan Agama Bantul dalam menjaga kualitas kinerja baik pada aspek teknis peradilan maupun dukungan manajemen.

Dalam arahannya, Ketua PTA Yogyakarta menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan integritas secara berkelanjutan.
“Seluruh Pengadilan Agama di wilayah PTA Yogyakarta harus terus menunjukkan kinerja terbaik serta senantiasa menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad Hanifah.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bantul menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh aparatur.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Septianah.

Penghargaan triwulanan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga sarana evaluasi dan kompetisi sehat antar satuan kerja guna mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

8 views
Scroll to Top